Loading...

Kerjasama Kampus IIB Darmajaya

Monday, August 5, 2019

Kantor Urusan Hubungan Internasional (KUHI) Institut Informatika dan Bisnis (IBI) Darmajaya kembali membuka pendaftaran program Student Mobility untuk mahasiswa Darmajaya mulai 22 November 2016 & 28 February 2017. Program Student Mobility periode VII kali ini memberikan kesempatan mahasiswa Darmajaya untuk kuliah selama 1 semester disalah satu dari 6 perguruan tinggi ternama di 6 negara.
Diantaranya, University Teknikal Malaysia Melaka (Malaysia), Rajamangala University Technology Krungthep (Thailand), Duy Tan University (Vietnam), Sharda University (India), The University of The West of England (Inggris), dan Nantong Vocational University (Tiongkok).

Kepala KUHI Darmajaya, Rahmalia Syahputri mengatakan, persyaratan mendaftar program Student Mobility yakni mahasiswa aktif Darmajaya minimal semester III. Memiliki Indeks Prestasi Komulatif (IPK) minimal 3,00. Bersedia mengikuti tes Bahasa Inggris dan wawancara, serta mempunyai prestasi akademik dan non akademik. “Program Student Mobility memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk merasakan bagaimana proses pembelajaran di luar negeri. Mereka juga bisa mendapatkan teman baru, belajar beradaptasi, berkomunikasi, dan berinteraksi dengan orang asing. Tak hanya menambah ilmu pengetahuan dibidang akademik, mahasiswa juga dapat mengenal kebudayaan antar negara dan memperluas wawasan internasional,” ujarnya.

Dosen Fakultas Ilmu Komputer Darmajaya ini melanjutkan, bagi yang memiliki prestasi dibidang akademik, seni, budaya, olahraga, dan lainnya serta mendapatkan hasil yang baik saat test tertulis dan wawancara, berkesempatan untuk memperoleh beasiswa biaya hidup dari Darmajaya.
Diungkapnya, saat ini juga masih terdapat 7 mahasiswa Darmajaya yang tengah kuliah i tiga perguruan tinggi ternama di 3 negara. Empat diantaranya Christine Dian Pertiwi, Ribka, Zainudin dan Ronal Diantry menjalani student mobility di Rajamangala University Technology Krungthep Thailand. Dua mahasiswa lainnya yakni Widia Savitri dan Resti Riana Putri menjalani student mobility di Nantong Vocational University Tiongkok. Sementara Celli Azeharie melakukan joint research di University Teknikal Malaysia Melaka.
Terpisah, Rektor Darmajaya, Ir. Firmansyah Y Alfian, MBA., MSc menuturkan, era global saat ini menjadi tantangan yang besar bagi lulusan perguruan tinggi untuk mampu bersaing khususnya menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
“Upaya mencetak lulusan berdaya saing global, Darmajaya concern menjalin kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi ternama di luar negeri mulai dari Asia, hingga Eropa,” katanya.
Lanjut Firman, kerjasama tersebut diimplemetasikan melalui beragam program internasional diantaranya student mobility, Passage to ASEAN (P2A), joint research, joint publication, joint seminars, international intership program, dan masih banyak lainnya.
“Tak hanya mengirimkan mahasiswa ke luar negeri, Darmajaya juga kerap kali menerima mahasiswa asing yang kuliah disini. Hal ini menunjukkan bahwa proses pendidikan di Kampus Darmajaya berkualitas, dan setara dengan kurikulum di perguruan tinggi luar negeri,” pungkasnya.





Suasana haru sekaligus gembira kemarin tampak di aula pascasarjana IBI Darmajaya Bandar Lampung. Mahasiswa-mahasiswa perwakilan dari IBI Darmajaya yang akan kuliah selama satu semester di University of Technology Malaka Malaysia (UTeM) tepatnya di Fakulti Teknologi Maklumat dan Komunikasi (FTMK), sebuah fakultas yang memperdalam teknologi informasi dan komunikasi di UTeM Malaysia kemarin secara simbolis dilepas. Yang menarik, dari 4 mahasiswa yang siap berangkat, ternyata bertambah dua orang karena tingginya peminatan terhadap program ini di IBI Darmajaya. Enam mahasiswa tersebut adalah adalah Sherli Trisnawati (Jurusan TI), Rike Ratnasari (jurusan SI), M. Dany Wijaya (jurusan TI), Zakia Permata Sari (jurusan SI), Reli Yanto (Jurusan TI), dan Ade Wahyu Kurniawan (Jurusan TI)

Senyum tampak merekah di bibir ke-6 mahasiswa IBI Darmajaya yang terpilih untuk mengikuti program student mobility atau program pertukaran pelajar antara IBI Darmajaya Bandar Lampung dan UTeM Malaka Malaysia. Tak heran mereka begitu bangga, dari sekian banyak mahasiswa yang tertarik ikut dalam kegiatan ini, hanya 6 orang ini lah yang dinilai layak untuk ikut dalam kegiatan pertukaran pelajar setelah melalui serangkain test ketat. Tak hanya itu, mereka dibekali dengan kemampuan conversation dan writing dalam bahasa Inggris, kemampuan yang berkaitan dengan kompetensi jurusan, motivasi diri, kewirausahaan dan perencanaan bisnis, wawasan kebangsaan, pengetahuan tentang IBI Darmajaya, dan kiat studi di luar negeri sebagai bekal mereka bersosialisasi dengan mahasiswa multi kultur dari berbagai Negara yang kuliah di UTeM. Selama di Malaysia para mahasiswa tersebut akan mendapat fasilitas yang sama dengan mahasiswa UTeM berupa akses perpustakaan, e-jurnal, dan internet, asrama mahasiswa, transportasi, dll

Acara pelepasan yang diikuti oleh civitas academica IBI Darmajaya, dan dihadiri oleh Ketua Dewan Pembina Yayasan Alfian Husin, Hi. Alfian Husin, SH, Rektor IBI Darmajaya, DR. Andi Desfiandi, SE,MA beserta jajarannya ini berlangsung khidmat dan penuh rasa kebanggaan. “Semoga mahasiswa-mahasiswi IBI Darmajaya yang akan kuliah di UTeM Malaysia ini dapat menjadi duta-duta bangsa kita disana, dan dapat mengharumkan nama IBI Darmajaya khususnya dan mengharumkan nama Indonesia pada umumnya. Saya sangat berharap agar mereka ini dapat meningkatkan kemampuan akademik, menambah wawasan, dan menambah jaringan pertemanan Internasional mengingat UTeM juga banyak memiliki mahasiswa dari Negara-negara lainnya pula,” demikian ungkap Andi dalam sambutan dihadapan seluruh peserta dan undangan.

Dikatakan Andi, bahwa awal Maret nanti mahasiswa dari UTeM akan kuliah di IBI Darmajaya selama satu semester. Dan kedepannya program ini yang merupakan satu-satunya di Provinsi Lampung akan terus berjalan dan IBI Darmajaya saat ini sedang menjajagi kerjasama sejenis dengan universitas ternama lainnya di luar negeri. “Hal ini seolah mengukuhkan motto kami, “one step ahead toward globalization” , serta titik awal kami untuk dapat menjadi world class university di tahun 2023,” pungkas Andi.

“Motivasi saya ikut program ini karena saya berpikir pasti akan mendapatkan pengalaman berharga bagaimana kuliah di luar negeri. Untuk berangkat, saya telah mempersiapkan mental karena saya tahu pastilah berbeda berkuliah di kampus yang terdiri dari multi budaya. Namun demikian saya bangga sekali karena sepulang dari sana saya pasti bertambah wawasan,” papar Zakia Permata Sari mahasiswa Fakultas Komputer jurusan Sistem Informasi ketika ditemui usai acara.

“Semenjak ditetapkan sebagai mahasiswa yang terpilih program student mobility ini, saya terus mempersiapkan diriuntuk berangkat ke malaysia. Materi-materi yang telah saya dapatkan di kuliah di Darmajaya kembali saya perdalam guna memudahkan saya menerima materi nantinya. Saya optimis dapat beradaptasi dengan lingkungan disana, Saya telah browsing di internet tentang gaya hidup di sana, dan sejauh ini rasanya gaya hidup di Malaka sangat kental dengan budaya Islam dan tidak jauh berbeda dengan kehidupan di Indonesia. Bahkan untuk lebih memperkenalkan Lampung dan Indonesia kepada mereka yang disana, saya akan memperkenalkan kebudayan indonesia kepada mereka, melalui tarian lampung,” pungkasnya.





Sepintas memang tak ada yang istimewa dari pemuda ini. Namun, siapa sangka, penampilannya yang sederhana M. Ridho Pamungkas pernah mengenyam pendidikan tingginya di luar negeri melalui Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya dan menorehkan prestasi Internasional non-akademik.
Melalui even Shanghai Amateur Games di Shanghai IFC Mall, Tiongkok, pada 25 November 2017, Ridho berhasil memboyong lima medali emas di olahraga sepatu roda yang digelutinya. Lima medali itu terdiri dari kategori individu, juara Ibattle classsic men, juara II battle slide men, dan juara III skate cross men. Serta kategori kelompok, juara I skating dance, dan juara III tarik tambang sepatu roda.
“Banyak sekali pengalaman yang saya dapatkan selama Nantong Nocational University di Tiongkok. Terlebih sebagai mahasiswa asing dari IIB darmajaya. Saya bangga bisa kuliah di kampus biru dan membawa saya bisa mengenyam pendidikan universitas ternama di Tiongkok,” kata pria kelahiran 1996, dalam buku Menembus Batas, goresan Dosen IIB Darmajaya, Novita Sari Idham., S. Sos., M.M.
Ridho mengakui, mungkin dia salah satu mahasiswa yang beruntung bisa menuntut ilmu di negeri Tirai Bambu. Terlebih, Rektor IIB Darmajaya Ir. Hi. Firmansyah Y. Alfian., MBA., M.Sc, menyempatkan diri menemui mahasiswa Darmajaya di sana. “Di China, saya dilatih keras untuk menguasai lima kosa kata Bahasa Mandarin. Jika tidak, saya tidak bolh latihan in line skate. Walau kosa kata saya bisa dibilang lumayan, tapi saya memang diwajibkan terus mengasah kemampuan berbahasa Mandarin,” kata dia sambl tertawa.
Ridho mengisahkan bagamana ketatnya peraturan belajar di Nantong Nocational University. Mahasiswa, termasuk mahasiswa asing dilarang keras membawa handphone dan gedget. Jika ketahuan akan dikenakan sanksi indisipliner. “Jadi, boro-boro bisa selfie di dalam ruang kelas. Saya dan teman-teman diwajibkan belajar dan belajar. Kalaupun ada ekstrakurikuler yang membawa saya meraih juara itu ada waktu tertentu untuk berlatih. Walau kegiatan saya di luar kampus sempat dikhawatirkan orang tua,” kata Ridho.

Saat meraih prestasi internasionalnya di Tiongkok, Ridho memang menjadi menjadi satu-satunya mahasiswa asing asal Indonesia dalam kompetisi tersebut. Kegiatan yang digelar tim sepatu roda Papaya ini diikuti ratusan peserta dari 8 perguruan tinggi di Tiongkok. Tim sepatu roda Fly Roller Skating NTVU Mobillity, dimana Ridho, yang juga mahasiswa Teknik Informatika ini bergabung menjadi juara umum dalam even tersebut dengan peraihan 15 medali yakni 7 emas, 5 perak, dan 3 perunggu.
Sementara, penulis buku Menembus Batas, Novita Sari, mengatakan dia tertantang menulis pengalamanan Ridho dalam bukunya, karena prestasi yang luar biasa. “Selain memiliki prestasi akdemik, Ridho juga mampu mengukir prestasi di bidang olahraga,” kata mantan jurnalis itu. Hal itulah yang membuat kebanggaan sivitas akademika IIB Darmajaya dan kampus Nantong Nocational University, di mana Ridho sempat mengenyam pendidikan di sana hingga Januari 2018 lalu. “Bisa menjadi contoh dan teladan untuk teman-temannya yang lain dan calon-calon mahasiswa yang ingin kuliah di IIB Darmajaya dan kuliah ke luar negeri,” kata dia.

Sedangkan Rektor Darmajaya, Ir. H. Firmansyah Y Alfian, MBA., MSc memberikan apresiasi besar dan mengungkapkan rasa bangganya terhadap mahasiswa Darmajaya. Diungkapnya, Darmajaya mengirim mahasiswa student mobility tidak hanya seleksi prestasi bidang akademik tapi juga non akademik.
"Membanggkan kami, semoga ada Ridho-Ridho lain lahir dari IIB Darmajaya. pengalaman studi di luar negeri bagi mahasiswa Darmajaya tidak hanya memperkaya ilmu pengetahuan akademik saja. Mereka juga belajar beradaptasi, berinteraksi, serta bersosialisasi di tengah perbedaan bahasa dan budaya di luar negeri.”



Keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih prestasi yang diharapkan. Selagi ada kemauan, pasti disitu ada jalan. Tampaknya inilah yang menjadi motto bagi Rama Aldi Shanjaya, mahasiswa Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya. Saat ini ia menjalani program Student Mobillity di Nantong Vocational University (NTVU) Tiongkokselama 1 semester mulai September 2017 hingga Januari 2018. Memiliki ayah yang bekerja sebagai tukang las tidak membuat Rama merasa rendah diri. Bengkel las pinggir jalan yang dibuka ayahnyatersebut melayani pengelasan kecil-kecilan.Penghasilan ayahnya yang pas-pasan digunakan untuk menghidupi keluarga, dimana Rama sebagai anak ke 4 dari 6 bersaudara.Menyadari kondisi ekonomi keluarga yang terbatas, mendorong Rama untuk menjadi anak yang mandiri dan bisa membanggakan orangtua.

Ia mengaku, dulu sempat ragu untuk berkuliah karena tidak ingin membebani orangtua. Tapi berkat lolos sebagai penerima beasiswa Bidikmisi Darmajaya, Rama bisa melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Berbagai prestasi telah diraih mahasiswa jurusan D3 Akuntansi ini diantaranya, juara II lomba debat pramuka se Sumatera-Jawa 2016, dan juara II lomba National Debate Competition Manajemen Fair Darmajaya 2017. “Gak cuma banyak beasiswa, di Darmajaya juga punya banyak program internasional. Awalnya saya berfikir, bisa belajar di luar negeri itu mimpi yang terlalu muluk-muluk. Tapi saya membuktikan kepada diri sendiri bahwa pemikiran itu salah. Ikut program student mobillity Darmajaya mampu mewujudkan mimpi saya untuk menuntut ilmu hingga ke negeri China,” ujar Rama.

Putra pasangan Darussalam Fickry dan Yoppy Viana Wijaya ini mengaku tertarik untuk mempelajari tentang perkembangan serta perbedaan sistem akuntansi yang digunakan di Indonesia dan Tiongkok.
“Tiongkok merupakan negara yang maju baik dibidang perekonomian, industri, maupun teknologi. Selain itu, adat budaya dan objek wisata yang dimiliki Tiongkok juga sangat menarik. Mudah-mudahan pengalaman belajar di NTVU bagi saya, dapat bermanfaat untuk menambah ilmu pengetahuan, dan wawasan internasional,” tutur pria kelahiran 12 Februari 1997 ini.
Sementara itu, Rektor Darmajaya, Ir. Firmansyah Y. Alfian, MBA., MSc mengutarakan kebanggaannya kepada para mahasiswa Darmajaya yang berani, percaya diri, dan mau berusaha untuk studi keluar negeri.
Ia mengungkapkan, tahun 2017 terdapat 2 mahasiswa yang melakukan joint research di Universiti Teknikal Malaysia Melaka dan 1 mahasiswa di Cheng Shiu Taiwan. Untuk student mobillity terdapat 7 mahasiswa di Nantong Vocational University Tiongkok, 4 mahasiswa di Cheng Shiu University Taiwan, dan 4 mahasiswa di Rajamangala University Technology Krungthep Thailand.
“Kami menyadari saat ini Indonesia telah memasuki era persaingan global. Karena itu, Darmajaya mendorong para mahasiswa untuk meningkatkan kualitas diri melalui beragam program internasional. Bertujuan agar mereka nantinya menjadi lulusan-lulusan yang berdaya saing global,” harapnya.
Advertise Here
By bungfrangki.com
300x250

Click here for comments 0 comments:

Terima kasih atas komentar Anda